Yuk Intip Gerak Literasi di Papua Barat

Staf Pakar Mendikbud Bagian Jalinan Pusat serta Wilayah, James Modouw, mengapresiasi keterkaitan penduduk dalam memajukan

Hal itu dijelaskannya dalam Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di Propinsi Papua Barat di Bekas Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Jumat (26/4) saat kemarin.

Satu diantaranya organisasi yang memperlihatkan komitmennya pada penambahan animo baca di Papua Barat merupakan Noken Pustaka.

Hardiknas 2019 : Pembangunan Manusia Mesti Didasari dengan Pendidikan Pembawaan serta Keahlian

Noken Pustaka merupakan pustaka bergerak yang sudah empat tahun berdiri. Penggagasnya merupakan Misbah Surbakti dibantu oleh 18 orang relawan pokok pelaku baca. Misbah merupakan seseorang guru SMP di Manokwari yang menggagas Noken Pustaka berasal dari keprihatinan atas persoalan anak didiknya kerjakan masalah ujian diakibatkan ketiadaan buku.

” Saya berkesan sewaktu bertandang di stan dari Pergerakan Noken Pustaka. Ini merupakan ikon pergerakan penduduk jadi spririt jika pendidikan bukan masalah struktural saja tetapi masif. Ini satu pergerakan sosial yang pantas kita hargai sampai-sampai dikehendaki kebanyakan orang diposisi apa, ambil sisi untuk memberikannya support pendidikan, ” kata James.

Dia utamakan, pendidikan butuh usaha keras semua susunan penduduk yang diikuti dengan penumbuhan animo baca.

Noken salah satunya alat angkut yang terbuat dari serat kayu, kebanyakan dipakai untuk menyimpan serta bawa hasil kebun ke pasar.

Noken dipakai oleh Relawan Noken Pustaka jadi tempat buku yang kedepannya bakal dibawa berkeliling-keliling dari kampung ke kampung. Kebanyakan satu noken berisi 20-30 buku.

Syafei, pengurus sekalian relawan Noken Pustaka yang turut terlibat dalam Pameran Gebyar Hardiknas ceritakan, mulai sejak 2015 sampai saat ini, Pergerakan Noken Pustaka senantiasa menebar. Pilih pendekatan budaya, banyak relawan sukses memperkenalkan literasi pada beberapa anak, remaja, serta penduduk di pelosok Manokwari.

Atas kegigihan banyak relawan, pergerakan literasi mulai menebar ke Manokwari Timur serta Barat. Masalah ini juga yang menjadi dasar inspirasi untuk menaikkan moda transportasi yang membuat jadi lebih mudah banyak relawan mencapai beragam wilayah.

Bila awal kalinya mereka mesti meniti perjalanan sampai belasan bahkan juga beberapa puluh km. dari Kota Manokwari, mulai sejak tahun 2017 banyak relawan gunakan kendaraan bermotor untuk mengantar bahan bacaan ke pelosok kabupaten.

” Kami menggunakan share jenis moda, dimulai dengan kuda, sepeda, motor, motor roda tiga, serta perahu, ” jelas Syafei.

Motor beroda tiga yang dipakai merupakan pemberian Presiden Joko Widodo yang mengharapkan penyebaran buku ke daerah yang belum terjamah dapat berjalan lebih baik. Sesaat, Perahu Pustaka selama 13 mtr. berhias ukiran tradisi Serui dipakai untuk mencapai penduduk di lebih kurang Teluk Sawah Ibu serta Teluk Doreri.

Buku-buku di Noken Pustaka datang dari donasi Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) serta banyak pelaku baca. Mulai sejak 2015, telah beberapa ribu buku yang dicapai Noken Pustaka. Dari 218 distrik di Papua Barat, relawan Noken Pustaka di semasing distrik/kecamatan buka 2-3 pondok baca atau Taman Bacaan Penduduk (TBM) .

Baca Juga : CV adalah

” Relawan kami bergerak sampai ke pemukiman transmigrasi yang jaraknya 90 km. dari pusat kota Manokwari, ” tangkisnya.

Ke depan, Syafei mengharapkan, Kemendikbud mempunyai proses yang membuat jadi lebih mudah jalan donasi buku ke Papua Barat.

Hardiknas 2019 : Pembangunan Manusia Mesti Didasari dengan Pendidikan Pembawaan serta Keahlian

” Ada kebijakan yang mengontrol proses pengiriman buku agar tak memberatkan dari bagian donatur, kurir atau penerima donasi, ” kata relawan yang telah aktif di Noken Pustaka mulai sejak 2015 itu.

Relawan lain yakni Agus Mandowen share pengalaman kala masuk dengan Noken Pustaka.

Artikel Terkait : literasi adalah

” Jadi relawan tak semua memaknainya dengan positif, kendala malah ada dari keluarga yang mengharapkan saya kerja menunjang perekonomian keluarga. Akan tetapi, kegiatan yang saya tekuni ini berseberangan dengan itu, ” tangkisnya.

Agus menceritakan, ketertarikannya pada literasi tumbuh sewaktu dia dengerin pidato seseorang pejabat pemda di Papua Barat yang membawa penduduk bergerak bersama-sama menumbuhkan animo baca.

” Cukuplah saya yang bodoh, jangan sempat adik-adik di wilayah. Bila bukan saat ini kapan . Bila untuk bicara semua dapat bicara tetapi siapa yang bakal laksanakan itu, ” tuturnya bergairah.

Dengan demikian, jadi bentuk animo serta penyemangat buat banyak relawan, Pengurus Noken Pustaka mengadakan kesibukan dengan cara periodik.

” Kita buat even, kita datangkan narasumber tiap tahun kita datangkan pakar, materinya beraneka dimulai dengan tulisan jurnalistik, menulis kreatif, industri kreatif, serta materi sekitar taman baca, ” papar Syafei.

Dinas Pendidikan Pemuda serta Berolahraga Kabupaten Manokwari sudah mencanangkan Pergerakan Indonesia Membaca (GIM) pada 22 September 2016 saat kemarin. Kemendikbud menggagas kesibukan ini dalam rencana menunjang semuanya kabupaten/kota di Indonesia aktif membaca.
Satu diantaranya praktiknya merupakan sehari-hari di sekolah resmi, nonformal atau di lingkungan keluarga luangkan waktu 15 menit untuk membaca.

Pergi dari semangat GIM, Noken Pustaka berkeliling-keliling ke sekolah di jam istirahat. ” Banyak sekolah yang meminta kami singgahi. Kebanyakan kami ada gunakan sepeda motor. Di jam istirahat beberapa anak bisa meminjam buku yang kami bawa pula, ” sebut Syafei yang meniti kesibukan itu mulai sejak 2017.

Dalam usaha meningkatkan Noken Pustaka, Syafei menjelaskan, pihaknya tambah lebih aktif membuat conten baca dengan menggunakan tehnologi kabar.

Diluar itu, relawan akan juga diberdayakan turut serta dalam industri kreatif yang profitnya dapat dipakai untuk Noken Pustaka atau banyak relawan manfaat menaikkan perekonomiannya. Obyek pasarnya merupakan wilayah tempat wisata yakni Raja Ampat.

” Relawan bakal diberi keahlian, pengemasan produk sampai trik pemasarannya. Disini peranan pendidikan dengan cara riil bisa berikan makna dalam menaikkan skala hidup penduduk.

Menyaksikan usaha Noken Pustraka dalam bagian literasi, Staf Pakar Mendikbud Bagian Jalinan Pusat serta Wilayah, James Modouw, membawa biar organisasi kemasyarakatan dari beragam latar untuk berbarengan memajukan pendidikan.

” Janganlah guru serta sekolah yang kerja sendiri, namun semuanya golongan penduduk sampai lintas agama mengambil sisi dalam pergerakan suka-rela untuk menunjang pendidikan dalam beragam faktor, ” tuturnya. Menurut dia, keterkaitan penduduk dalam menaikkan peranan pendidikan mesti dinaikkan agar jadi satu pergerakan sosial yang mengusung harkat serta martabat bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *