Simaklah Nelayan Banyuwangi Budayakan Go Online

Kabupaten Banyuwangi mulai menggencarkan service Go Online melalui penerapan Nelayan Pandai. Suatu penerapan yang berisi kabar basic buat nelayan waktu bakal melaut.

Bekerja bersama-sama dengan Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo) , Banyuwangi mengampanyekan pemakaian penerapan itu pada beberapa ratus nelayan yang diadakan di Balai Kursus serta Penyuluhan Perikanan, Banyuwangi.

Baca Juga : arah mata angin

Direktur Kabar serta Komunikasi Perekonomian serta Kemaritiman Kemkominfo, Septriana Tangkary mengemukakan pihaknya membidik 1 juta nelayan gunakan penerapan ini.

“Aplikasi Nelayan pandai ialah sisi dari program satu juta nelayan go online oleh kemkominfo. Program ini sisi dari pembangunan ekonomi kerakyatan yang dijalankan pemerintah, ” kata Septriana, Sabtu (30/3/2019) .

Layanan penerapan ini mencakup kabar arah mata angin, ketinggian gelombang, arah gerakan ikan, cuaca, bahan bakar minyak (BBM) , service penyebaran keinginan pertolongan darurat atau SOS (Save Our Soul) , sampai kabar harga ikan di bursa pasaran.

Dengan penerapan ini, lanjut ia, nelayan dapat membaca keadaan cuaca sebelum melaut. Mereka dapat memahami arah mata angin, tinggi gelombang, cuaca, tempat ikan, apabila kehabisan bahan bakar atau situasi darurat, ada SOS dapat berkomunikasi dengan nelayan paling dekat.

“Nelayan Pandai ini didambakan bisa membuat perubahan paradigma nelayan dari yang pada mulanya mencari ikan di laut berganti berubah menjadi tangkap ikan di laut. Lantaran tempat ikan dapat diketemukan, ” kata Septriana.

Ditambahkannya, penerapan ini pun siapkan market place, komplet dengan rincian harga-harga ikan. Melalui service itu didambakan dapat memotong rantai permainan dagang tengkulak.

Simak juga: efek rumah kaca

“Di penerapan ini pun tertulis harga ikan dari daerah satu ke daerah berbeda, hingga ‎bisa berubah menjadi perbandingan. Dengan begitu dapat memotong mata rantai dari harga tengkulak yang tinggi sekali, ” imbuhnya.

Kepala Dinas Perikanan serta Pangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, mengemukakan, di Banyuwangi waktu ini ada 25. 500 nelayan. Karenanya ada penerapan ini, Hary mengharapkan dapat tingkatkan penerimaan nelayan.

“Dengan gunakan penerapan ini, membuat hasil tangkapan ikan lebih efisien. Kami bakal menggerakkan banyak nelayan untuk mulai memakai penerapan ini, ” kata Hary.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *