Simaklah Bupati Atim Laporkan Observasi Limbah Cair Blok A Pada Ombusment

Menindaklanjuti laporan warga berkaitan pendapat pembuangan sampah cair yang beresiko pada rusaknya tempat penduduk, beberapa perwakilan dari Ombudsman RI di Jakarta turun ke Kabupaten Aceh Timur untuk lakukan observasi serta menyaksikan langsung keadaan sampah cair itu.

“Kita telah lakukan observasi pada sampah cair di Blok A. Untuk menindaklanjuti perihal ini kita perlu info dari pemerintah kabupaten terkait dokumen perizinan serta info lainnya dari sejumlah kementerian berkaitan, ” kata Alvin Lie, anggota Ombudsman RI disela-sela pertemuan dengan Bupati Aceh Timur di Pendopo Idi, Kamis (1/11/2018) .

Simaklah : contoh teks laporan hasil observasi

Pihaknya akan periksa bermacam perizinan, lantaran dalam satu perizinan pastinya punyai persyaratan-persyaratan, lantaran perusahaan tidak hanya membuat perlindungan pemeran upaya serta pekerjanya, harus juga membuat perlindungan warga serta sekitar lingkungan.

“Kita akan kumpulkan info ini, baik dari pemerintah, perusahaan migas, BPMA, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan, untuk dapatkan info yang tepat, ” kata Alvin Lie.

Artikel Terkait : teks negosiasi

Akhirnya kelak, lanjut Alvin Lie, Ombusdman akan memberi saran-saran pada pemeran upaya, hingga layanan publik di Kabupaten Aceh Timur tdk terganggu. “Dan untuk tindaklanjut masalah ini kita perlu waktu 2-3 bulan depan masuk dalam babak ringkasan, ” tuturnya.

Disinggung hasil observasi, Alvin Lie kembali memaparkan, kalau dianya menyaksikan sendiri air melimpah dari ruangan Blok A mengalir ke tempat penduduk sampai menutupi tubuh jalan. “Seharusnya project sebesar Medco sayogianya punyai instalasi pengolaan yang baik serta sehabis seterusnya disalurkan lewat parit, ” tuturnya.

Karena itu, permasalahan sampah serta pendapat pencemaran lingkungan di Blok A itu akan dilakukan tindakan serta diulas sampai selesai. “Namun kami perlu info yang tepat kedepannya, baik dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) serta Kementerian ESDM, ” tutup Alvin Lie.

Sesaat Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM. Thaib, dalam pertemuan dengan pihak Ombusdman RI memberikan laporan beberapa permasalahan, antara lain situasi keadaan penduduk yang tercemar karena sampah cair dari Blok A PT Medco E&P Malaka. Begitu pula dengan sampah yang dibuang dengan asal-asalan.

“Padahal kita telah beberapa kali memperingatkan pihak perusahaan serta subconnya supaya pengaturan sampah serta sampah sama dengan peraturan, ” kata bupati yang akrap dipanggil Rocky itu.

Orang nomer satu di Aceh Timur ini pula memberikan laporan ke Ombusdman berkaitan dengan sengketa tempat penduduk dengan Hak Buat Upaya (HGU) perusahaan perkebunan, Izin Dirikan Bangunan (IMB) PT Medco E&P Malaka serta sengketa tempat pemerintah yang digugat. “Muda-mudahan selekasnya usai, ” tuturnya.

Bahkan juga bab IMB, Rocky kembali menyatakan kalau perusahaan migas kudu mengatur IMB pada kontruksi sebelum bangunan itu dibikin. “Kita akui IMB sesaat telah diurus oleh Medco E&P Malaka, namun IMB permanen kudu diurus, lantaran bab IMB dirapikan undang-undang, ” papar Bupati Rocky.

Ada di antaranya Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, S. STP, M. AP, Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur Drs. Zahri, M. AP, Asisten Keunggulan Aceh, Ekonomi serta Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Usman A. Rachman, SH, MM, petinggi Tubuh Pengelola Migas Aceh (BPMA) , sejumlah petinggi Pemkab Aceh Timur dari lembaga berkaitan yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *