‘Kartini’ Film Biografi Pencapaian Tertinggi Hanung Bramantyo

Film terakhir Hanung Bramantyo juga sekaligus jadi film ke-26 yg disutradarainya, ‘Kartini’ sudah tampil saat seminggu di bioskop-bioskop semua Indonesia. Saat seminggu film yg diaktori Dian Sastro itu sudah disaksikan tidak kurang dari 323. 686 orang.

Baca : teks biografi

Perolehan pirsawan yg cukuplah mengesankan. Biarpun, dengan materi film serta semua suguhan yg di tawarkan, pirsawan ‘Kartini’ selayaknya tambah banyak kembali. Bagusnya, film ini telah sepantasnya jadi film Indonesia box office sepanjang hidup.

Tetapi, yg ideal-ideal, yg utopis, memang jarang dapatkan tempat di negeri yg kita kasihi ini. Tetapi kenapa pujian saya pada ‘Kartini’ sebesar itu?

Berikut. Sudah banyak film biografi (sejarah hidup) dibikin berkenaan beberapa tokoh utama bangsa ini, baik yg sudah tdk ada atau yg masihlah hidup. Tetapi tidak ada satu juga yg penggarapannya sebagus ‘Kartini’.

Simak : contoh biografi

Film yg diproduseri Robert Ronny, ‘Kapan Kawin? ‘ adalah film biografi Raden Ajeng Kartini terbagus, yg sempat dibikin oleh sineas tanah air. Juga sekaligus untuk beberapa umumnya, beginilah seideal-idealnya film biografi dibikin.

Film biografi bukan soal baru untuk sutradrara Hanung Bramantyo, ‘Rudy Habibie’, ‘Soekarno : Indonesia Merdeka’, serta ‘Sang Pencerah’ merupakan film-film biografi besutannya. Tetapi baru ‘Kartini’ ini dia karyanya yg serius saya animo serta kagumi.

‘Rudy Habibie’, ‘Soekarno’, serta ‘Sang Pencerah’ jatuh jadi sebatas film berisi ringkasan dari cerita hidup sang tokoh melalui momen untuk momen hidup yg sempat dilewati tokohnya.

Penggarapannya (lewat cara naskah atau penyutradaraan) , acapkali melupakan jika sang tokoh serta beberapa tokoh partisan merupakan manusia yg mempunyai nilai-nilai, manusia yg lebih mempunyai dimensi daripada peristiwa-peristiwa yg sempat mereka lewati.

Film ‘Soekarno’ harusnya bukan bab bagaimana dia membacakan teks proklamasi, atau bagaimana dia berpidato diatas panggung selanjutnya disoraki rakyat-rakyatnya. Film ‘Soekarno’ melalui penggarapan yg bagus, harusnya mengisahkan ihwal pergolakan batin dirinya sendiri.

Ihwal beberapa gagasan yg dimilikinya, serta ihwal hubungan menjadi manusia dengan manusia berbeda. Bukan terus-terusan bab serangkaian momen yg disinyalir oleh teks tanggal demikian serta tahun demikian.

‘Kartini’ jika dibanding dengan beberapa film biografi berbeda, baik yg disutradarai Hanung atau sineas berbeda, selintas nampak seperti film yg tambah lebih simpel dengan plot serta narasi yg simpel.

Tetapi, sebenarnya masalah bikin film konon memang simpel. Tapi bikin film simpel merupakan masalah berbeda, bukan pekerjaan enteng, lebih di Indonesia yg masihlah kekurangan penulis-penulis skenario tangguh.

Hanung merupakan satu dari dikit sutradara yg sangat produktif serta berkelanjutan bikin film. Tidak cuma menyutradarai, dia juga sering turut menulis naskah film yg dibesutnya. Dalam ‘Kartini’ dia share credit menulis naskah berbarengan Bagus Bramanti (‘Mencari Hilal’, ‘Dear Nathan’) .

Tulisan mereka berdualah yg bikin ‘Kartini’ tampil demikian menarik. Sukses berkisah Kartini menjadi manusia, bukan menjadi tokoh hasil rumusan momen untuk momen. Baru kesempatan ini, lewat film garapan ke-26, bolehlah Hanung dimaksud salah satunya dari sutradara hebat Indonesia.

Semua pemain dalam ‘Kartini’ bermain baik. Dengan potensi akting yg menguasai, mereka memang termasuk juga dalam deretan aktor serta aktris terpilih dalam khasanah perfilman kontemporer Indonesia.

Yg bikin mereka jadi tambah lebih cemerlang daripada penampilan-penampilan awal mulanya, merupakan naskah skenario serta penyutradraan yg dikasihkan sampai kita melihat gelaran film, satu diantaranya yg terpilih yg saya saksikan tahun ini, bahkan juga pada sebuah dekade paling akhir.

Selesai membuahkan 26 film dalam kurun waktu 13 tahun sejak kiprahnya dalam ‘Brownies’ (2004) , ‘Kartini’ merupakan pijakan, langkah seterusnya untuk Hanung Bramantyo untuk berkelanjutan bikin film dengan nilai estetika serta craftsmanship paling kurang musti selevel dengan apakah yg sudah dia gapai melalui film ini.

‘Kartini’ sudah membawa typical film biografi ke level yg tambah lebih tinggi, serta kelihatannya bakal susah tertandingi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *