Ini Pendapat JK Tentang Sekolah Jadikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Pengantar

Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI di Istana Wakil presiden, Jakarta Pusat. Datang menemani JK, Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Baca juga : contoh kata pengantar
Topik kongres yg diambil ialah ‘Menjayakan Bahasa serta Sastra Indonesia. ‘ Dihadapan beberapa peserta, JK bicara masalah modernisasi yg berlangsung di berapa negara termasuk juga Indonesia.
” Modernisasi diperlukan serta bahasa Indonesia ikut diperlukan, saya duga di samping kita bicara pada umumnya, bahasa Indonesia dengan baik ikut dengan terus-terusan kita ikuti perubahan ilmu dan pengetahuan hingga bahasanya dapat ikuti ikut, ” kata JK di Istana Wakil presiden, Jakarta Pusat, Senin (29/10) .
Perumpamaan Bahasa-bahasa di Dunia

Dia mengerti arus globalisasi menuntut penduduk sanggup bicara bahasa asing terutama bahasa Inggris serta perihal itu dikhawatirkannya bakal pengaruhi pemanfaatan bahasa Indonesia.
Dia lantas menyayangkan banyak instansi pendidikan menekankan pemanfaatan bahasa Inggris dalam kesibukan belajar mengajarnya.
” Kita ikut, di sekolah negeri ada juga kelas internasional di kampus, hingga pakai bahasa asing, bahasa Inggris jadi pengantar, ” ujarnya kembali.

Mendikbud Muhadjir Effendy

JK cerita bagaimana penduduk mesti melestarikan bahasa daerah. Perihal itu butuh biar bahasa daerah tidak hilang demikian saja.
Pada saat yg sama, Mendikbud Muhadjir Effendy menyebutkan kalau pemanfaatan bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar waktu mengajar, dipandang kurang baik ditambah lagi untuk anak-anak yg sekolah serta tengah dalam waktu perkembangan.

Dia menghimbau beberapa orang-tua untuk mengutamakan pemanfaatan bahasa Indonesia menjadi bahasa sesehari. Sehabis kuasai bahasa Indonesia, baru penduduk dapat memperkokoh pandangan bahasa dalam bahasa asing.
” Saya cuma dapat imbau keluarga-keluarga muda, saya ketahui biasanya mulai mode memandang kalaupun anaknya dapat bahasa Inggris itu indah. Saya duga itu tak pada tempatnya, kalaupun masih tetap WNI, kita mesti sayangi bahasa kita, kita pakai, kuasai dahulu kasih ke anak, ke keluarga, baru diperkokoh dalam bahasa asing, ” ujar Muhadjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *