Hindari Tabrakan Beruntun, Ini Hitungan Jarak Amannya

Satu diantara kunci keamanan berkendara yaitu jaga jarak aman. Dengan demikian, kita terlepas dari resiko tabrakan berturutan kala mobil di muka ngerem tiba-tiba. Berapakah sich jarak aman itu?

Berkendara dengan jarak sangat minim dengan mobil di muka, berubah menjadi pembawa tabrakan berturutan. Seperti kecelakaan berturutan di KM 9. 400 tol BSD arah Pondok Aren Jumat lalu (12/4) . Libatkan lebih dari tiga mobil yang akibatkan rusaknya berat pada mobil serta kemacetan kronis.

Pengendara mesti konsentrasi serta pandai menghitung laju kendaraan biar terlepas dari kecelakaan.

Dalam menghitung jarak aman, kecuali kecepatan pergerakan, pula butuh memperhitungkan jikalau butuh pengereman tiba-tiba. Mobil akan betul-betul berhenti paling cepat 3 detik. Buat pengereman tiba-tiba, diperlukan waktu 0, 5 sampai 1 detik, dari mata lalu dilanjut ke otak buat menyuruh kaki mencapai pedal rem.

simak juga : Janganlah Asal Gunakan Minyak Rem, Ketahui Kandungannya Lebih Dulu

Baca Juga : http://wikirumus.com/

Perihal sama pula diungkapkan oleh Arief Hidayat bertindak sebagai CEO Wealthy Grup, dia memaparkan reaksi yang diperlukan kala pengereman butuh waktu 0, 5 detik, bila terlambat dapat bahaya. ”Saat pengen ngerem, reaksi otak bakal kerja dalam tempo 0, 5 detik buat mencapai rem. Seterusnya kala pedal rem diinjak serta metode pengereman kerja meredam roda, butuh 0, 5 sampai 1 detik. “

Ketika metode kerja sampai mobil betul-betul berhenti pula butuh waktu lebih kurang 1 detik. Dengan rumus ini, jarak aman bakal sesuaikan kecepatan kendaraan.

Jadi kalau berkendara dalam kecepatan 100 km/jam, hampir 60 mtr. kendaraan masih melesat bebas ke depan. Kalau jarak dengan mobil di muka sangatlah dekat, bakal susah buat terhindari dari bentrokan.

Metode menghitungnya, saat sedang berjalan konsisten, simak kendaraan di muka. Mencari objek statis ditepi jalan seperti pohon atau tiang penerangan jalan jadi standar mengalkulasi. Kala mobil di muka melalui di sinyal statis itu, mulai mengalkulasi. Satu serta satu, dua serta dua, tiga serta tiga (3 detik) .

Kala menyebutkan tiga serta tiga, kendaraan mesti berada pada objek statis barusan, jadi terciptalah jarak 3 detik. Atau kalau dengan kecepatan 100 km/jam kurang lebih bakal membuahkan jarak 27, 7 mtr. x 3 detik.

Tetapi butuh diingat, situasi jalan juga pula tentukan, kalau situasi jalanan basah, jadi pengereman habiskan waktu dikit lebih lamban dari pada situasi aspal yang kering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *