Digembleng Cara Berkomunikasi yang Efektif, Ini Respon 55 Relawan Demokrasi

Komisi Penentuan Umum Kabupaten Brebes mengadakan arahan tekhnis terkait pemilu 2019 pada banyak relawan demokrasi di Hotel Anggraeni Jatibarang, Selasa 22 Januari 2019.

Untuk menambah keikutsertaan pemilih kala pemilu 17 April yang akan datang, KPU Brebes udah mengambil 55 Relawan Demokrasi. Serta saat ini, mereka udah dilengkapi pengetahuan serta info sekitar pemilu, hingga membuahkan satu komunikasi yang efisien untuk warga.

Ketua KPU Kabupaten Brebes Muamar Riza Pahlevi mengemukakan, relawan demokrasi yang udah dilengkapi info itu miliki waktu 3 bulan. Hingga mesti udah mulai membuat skedul aktivitas.

Baca Juga : Pengertian komunikasi

“Relawan mesti dapat mengatur skedul publikasi dengan aktivitas sesehari serta mesti punya sikap netral tak bisa memihak pada satu diantaranya Paslon atau Calon legislatif, ” jelas Riza.

Dalam arahan tekhnis itu, relawan demokrasi dilengkapi artian terkait utamanya demokrasi serta tekhnis penyelenggaraan pemilu Pileg serta Pemilihan presiden 2019. “Kami mengharapkan, relawan demokrasi dapat mengimplementasikan apakah yang udah diperoleh dalam bintek ini, hingga keikutsertaan pemilih dapat bertambah, ” ingin Riza.

Disamping itu, untuk berikan pengetahuan pada relawan terkait metode berkomunikasi yang baik serta efisien, KPU menggandeng Dinas Kominfotik Kabupaten Brebes untuk berikan materi.

Kepala Sektor Komunikasi serta Kehumasan Dinkominfotik Kabupaten Brebes, Lusiana Indira Isni dalam paparan materinya mengemukakan, komunikasi pada umumnya merupakan transisi pesan. “Jadi pada waktu kita berkomunikasi, kita membuahkan, memindah serta terima pesan-pesan. Komunikasi merupakan seni pengaruhi orang yang lain untuk mendapat apakah yang kita kehendaki, ” tuturnya.

Simak Juga : teori komunikasi

Karenanya, relawan demokrasi disarankan dapat kuasai metode penyampaian pesan serta publikasi, hingga dapat memperoleh apakah yang dikehendaki. “Saat kita bersosialisasi, bermakna itu merupakan metode kita pengaruhi orang agar memakai hak pilihnya. Hingga apakah yang kita kehendaki dalam raih tujuan keikutsertaan pemilih dapat terwujud, ” tutur Lusi.

Untuk dapat bersosialisasi pada khalayak, Lusi memaparkan sejumlah teknik yang wajib dilaksanakan oleh banyak relawan demokrasi. Salah satunya, mereka mesti rajin dengarkan serta mengikuti, tak memotong perbincangan, tak tinggalkan lawan bicara, tak menghalau perbincangan lawan, tak mengupayakan perlihatkan kalau kita lebih cerdas serta mendalami pemikiran orang yang lain.

“Kalau ada pertanyaan dari warga, kendati kita ketahui jawabannya, janganlah langsung dipotong, biarlah penanya meneruskan pertanyaannya, ” papar Lusi.

Dalam tata metode berkomunikasi yang efisien, Lusi ikut memaparkan bagaimana komunikasi mesti jelas, komplet, singkat, kongkret, benar, pertimbangan serta sopan.

Di jaman social media seperti saat ini, meriah info hoaks yang pada akhirnya bisa menyebabkan kemelut. Karenanya diperlukan pemakai account yang bijak. “Jadi kami harap, pemakai account mesti bijak dalam bermedsos. Saring dahulu sebelum share, ” pungkas Lusi.

Selesai memperoleh bekal dalam berkomunikasi, relawan demokrasi setelah itu dapat mulai bekerja pada awal bulan Februari yang akan datang. Mereka dapat mengarah pada 10 basis pemilih yang mencakup, lingkungan keluarga, pemula, pemuda, wanita, disabilitas, berkebutuhan teristimewa, golongan marginal, populasi, keagamaan, ormas serta netizen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *