Bingung menulis nama pengarang pada daftar pustaka? Begini caranya

Kesukaan menulis serta membaca memang menyenangkan untuk ditelateni. Kalaupun kamu udah suka menulis serta membaca sudah pasti tidak asing kembali kan dengan jadwal pustaka? Jadwal pustaka banyak dimanfaatkan untuk tulisan-tulisan yang punya sifat ilmiah. Coba lihat sisi halaman belakang buku pelajaranmu. Disana ada jadwal pustaka kan?

Baca Juga : penulisan daftar pustaka

Apabila kamu lihat, jadwal pustaka ditulis secara yang cukup unik. Kesempatan ini, yuk kita ulas terkait tata trik menulis nama pengarang pada jadwal pustaka.

1. Tulisan nama pengarang dari buku dengan seseorang pengarang

Nama keluarga ditulis sebelum nama kecil atau inisial.
Kalaupun buku diatur oleh suatu komisi/instansi, nama komisi/instansi difungsikan untuk mengambil alih nama pengarang.
Kalaupun tidak ada nama pengarang, posisi diawali dari judul buku.
Contoh :

2. Tulisan nama pengarang dari buku dengan dua atau tiga pengarang

Nama pengarang ke dua serta ke-3 tidak di balik. Keputusan berbeda sama seperti sisi 1.
Posisi nama pengarang mesti sesuai sama yang tertera dalam halaman judul buku serta tidak bisa ada pergantian posisi.
Contoh :
Kridalaksana, Harimurti serta Djoko Kentjono, ed. 1991. Seminar Bahasa Indonesia 1968. Ende-Flores : Nusa Indah.

3. Tulisan nama pengarang dari buku dengan adanya banyak pengarang.

Cuma nama pertama yang tercantum dengan skema terbalik.
Beberapa nama pengarang yang lain dituliskan dengan singkatan dkk.
Contoh :
Karso, dkk. 1994. Riwayat Nasional serta Riwayat Umum. Bandung : Angkasa.

Peranan dari jadwal pustaka merupakan menjadi sumber info untuk meyakinkan satu karangan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Kalaupun kamu dapat menulis jadwal pustaka benar, jadi pembaca semakin lebih ringan mengakui tulisan yang kamu bikin. Selamat coba menulis jadwal pustaka!

Selengkapnya : http://wikibelajar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *