Beginilah Letak Geografis Jadi Tantangan Perdagangan RI-Kazakhstan

Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Ashkat Orazbay, mengutarakan kendala khusus pertalian perdagangan di antara Indonesia serta Kazakhstan bertopang pada soal geografis ke-2 negara.

Baca Juga : letak astronomis Indonesia

“Geografi serta transportasi berubah menjadi kendala khusus dalam tingkatkan pertalian perdagangan ke-2 negara. Walau sebenarnya, ke-2 negara mempunyai banyak kekuatan komoditas untuk dipasarkan, ” kata Orazbay.

Gara-gara tenggang jarak ke-2 negara yg cukup jauh, ujar Orazbay, pengiriman barang perlu semakin banyak cost. Diluar itu, ia menjelaskan Kazakhstan adalah negara yg dikelilingi daratan (landlocked) atau tidak dengan perbatasan laut sampai jadikan pengiriman barang mesti lewat negara ke-tiga.
Lihat pun : Negara di Dunia dengan Waktu Berpuasa Paling Singkat
Walau begitu, Orazbay menjelaskan perdagangan di antara RI serta Kazakhstan masih sanggup berjalan. Sejauh ini beberapa barang dari Kazakhstan atau ketujuan Kazakhstan dikirim lewat Pelabuhan Lianyungang, China.

“Kami biasa mengirim barang lewat kereta api ke China lebih dahulu, sesudah itu dikirim gunakan jalan laut lewat Pelabuhan Lianyungang untuk dapat sampai ke Indonesia. Pelabuhan itu jadikan perdagangan bilateral kita lebih sesuai kenyataan, ” tuturnya.

Selama ini, beberapa komoditas seperti cemilan, kelapa sawit, barang tekstil, banyak di-export Indonesia ke Astana serta beberapa kota yang lain di Kazakhstan.

Disamping itu, Orazbay memaparkan beberapa komoditas seperti buah ceri serta aprikot acapkali dikirim negaranya ke Indonesia. Kazakhstan pun tengah pertimbangkan untuk mengekspor gandum ke Indonesia.
Lihat pun : Cerita Unik Wanita yg Dilamar di Atas Panggung Wisuda
Di lain bagian, biarpun pertalian ekonomi ke-2 negara senantiasa didukung, nilai perdagangan di antara Jakarta serta Astana masih termasuk sangat kecil serta butuh ditambah.

Simak Juga : letak geografis Indonesia

“Saya tdk dapat memaparkan nilai perdagangan ke-2 negara lantaran memang masih amat kecil, ” tuturnya.

Selanjutnya, Orazbay mengharapkan pertalian ke-2 negara tetap didukung kedepannya. Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Astana pada September lalu pun didambakan sanggup memperkuat rekanan di antara ke-2 pemerintahan.

Komisi Kerja Sama Ekonomi Antar-pemerintah Indonesia-Kazakhstan, kata Orazbay, pun sudah dibuat untuk kian membuat mudah komunikasi di antara ke-2 negara.

“RI-Kazakhstan udah membuat komisi itu yg semasing di pimpin oleh Menko Perekonomian RI serta Menteri Pembangunan Ekonomi Kazakhstan. Gagasannya, pertemuan komisi itu dapat dihelat tahun 2018 di Astana jadi pelajari penguatan pertalian ke-2 negara, ” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *