Begini Jika Sejarah dan Teknologi Bersatu, Yuk ke Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate sekarang hampir 1 tahun berdiri. Buat Anda yg belum sempat mengunjunginya, lekas sempatkan diri pada hari Selasa sampai Jumat untuk menyambangi satu diantaranya museum type baru ini.

Artikel Terkait : teks eksemplum

Tidak seperti museum-museum yang lain yg sudah lama berdiri di Bandung, Museum Gedung Sate sukses mengawinkan artefak riwayat yg kuno dengan kecanggihan technologi. Oleh karena itu, kesan-kesan sepi serta ‘seram’ yg kerapkali melekat pada suatu museum tak kan Anda temukan di sini.

Museum ini terdapat di lantai dasar sayap kanan Gedung Sate, pasnya di sebrang ruang Bank bjb. Plang “Museum Gedung Sate” akan Anda temukan demikian melangkahkan kaki untuk masuk ke ruang museum. Sebelum masuk, Anda butuh menukar uang masuk sebesar lima ribu rupiah dengan gelang pengunjung.

Instalasi posisi waktu perjalanan Kota Bandung akan menyongsong Anda di ruang depan. Disana, Anda bisa lihat perubahan Bandung dari jaman ke jaman ; di mulai dari deksripsi riwayat tiap tiap tempat, foto-foto Bandung baheula, sampai rekaman audiovisual yg memaparkan momen spesifik.

Simaklah : teks deskripsi

Ambil langkah ke, disamping kanannya Anda juga temukan instalasi sama. Bedannya, segi ini menampung kabar berkaitan keadaan geografis Kota Bandung serta seputarnya.

Meksipun museum ini termasuk tidaklah terlalu luas, tapi, tiap-tiap realitas riwayat yg ada dipertunjukan dengan format interaktif berbalut technologi, hingga sanggup memantik perasaan ingin tahu pengunjung.

Bahkan juga, gambaran riwayat berbentuk teks yg kebanyakan menjemukan lantas dikemas jadi tumpukan kubus yang bisa diputar-putar.

Satu diantaranya pojok yg membuat pengunjung mengantri yaitu pojok virtual reality yg membawa pemakainya seakan terbang dengan balon hawa telusuri rancangan Gedung Sate yg tdk sudah sempat diwujudkan ; yaitu ruang pemerintahan yg membentang sampai Monumen Perjuangan.

“Karena tdk sudah sempat diwujudkan, jadi kami memperlihatkan gambarannya di sini, ” tutur sang pemandu tour museum pada pengunjung, Kamis (13/9/2018) .

Tidak cuma virtual reality, technologi prediksi empat dimensi serta augmented reality lantas ada disana. Pada tempat augmented reality, Anda akan temukan diri Anda ada di tengahnya pekerja di waktu kolonial.

Apabila masih tetap ingin tahu akan narasi tentang Bandung serta Gedung Sate, Anda bisa pula nikmati siaran video di area theater yg ada sekalian beristirahat sesaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *